download di sini
My Pages
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta da...
-
Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta . Raden Mas Soewardi Soeryaning...
-
Lionel Messi tak lagi bersama Antonella Kisah asmara Lionel Messi tidak sesukses kariernya di dunia sepakbola. Pemain yang baru saja dinob...
-
Bola.net - Senin (10/1) depan akan menjadi hari bersejarah dalam sepakbola. Sebab saat itulah FIFA Ballon d'Or World Player of the Year...
-
Bola.net - Oleh: Jeffrie Liem "No-one can deny that Lionel Messi is an exceptional player" ucap Presiden FIFA Sepp Blatter oran...
-
Messi: No problem here..... (Getty Images) Lionel Messi menepis dugaan kalau hubungannya dengan Andres Iniesta dan Xavi terganggu akibat ...
-
Kelainan dan penyakit pada darah dan sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan non keturunan. 1. Faktor Keturuna...
-
Nama Lengkap : David Villa Sanchez Tempat Lahir : Tuilla, Spanyol Tanggal Lahir : 3 Desember 1981 Kebangsaan : Spanyol Posisi : Penye...
-
Cesc Fabregas bakal pulang kampung Februari nanti (Reuters) Francesc “Cesc” Fabregas akhirnya akan berlaga di markas Barcelona, Camp Nou. ...
-
Bola.net - Oleh: Chandra Wijaya Menjelang ditutupnya bursa transfer bulan Januari ini, semua perhatian terpusat pada sat...
About Me
- kendy_mbedrex
Followers
cursor berekor
bat
lencana facebook
cursor berekor
biji jarak
Selasa, 08 Maret 2011
Drama Nou Camp Loloskan Barcelona
Barca yang berinisiatif menyerang terlebih dahulu,langsung mendapatkan peluang saat laga baru berjalan 3 menit. Berawal dari umpan set piece Xavi, Pedro Rodriguez langsung melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Beruntung Laurent Koscielny dengan sigap menghadangnya dan hanya menghasilkan tendangan sudut bagi tuan rumah.
The Gunners yang sudah bisa diperkuat Cesc Fabregas dan Robin Van Persie lebih banyak ditekan dalam babak pertama ini. Koordinasi serangan yang coba mereka ciptakan selalu mampu dimentahkan tuan rumah. Bahkan hingga babak pertama usai Arsenal yang terkurung tak memiliki satu shots on goal pun.
Awal drama ini terjadi di menit ke-16 saat Wojciech Szczesny harus ditarik keluar hanya karena salah menangkap bola tendangan bebas Dani Alves. Jarinya terkilir dan ia harus diganti oleh kiper yang musim lalu kebobolan empat gol di tempat yang sama, Manuel Almunia.
Gelombang serangan Barca akhirnya baru benar-benar berhasil saat injury time babak pertama. Sebuah umpan chip rendah dari Andres Iniesta membuat Lionel Messi tinggal berhadapan dengan Manuel Almunia. Usaha pertama Messi masih membentur kiper asal Spanyol itu. Namun bola rebound lebih mengarah kepada Messi yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang.
Skor 1-0 mengakhiri babak pertama dan untuk sementara agregat 2-2 membuat Barca yang memiliki peluang untuk lolos karena unggul dalam agregat gol tandang.
Arsenal membuka kembali peluang mereka untuk lolos saat laga babak kedua baru berjalan tujuh menit. Berawal dari eksekusi corner kick yang dilepaskan Samir Nasri, Sergio Busquets malah mencetak gol ke gawangnya sendiri. Pandangan Busquets saat melompat terhalang Seydou Kieta dan Adriano, dan arah bola sundulannya membuat skor berubah menjadi 1-1. Kini peluang lolos pindah ke kubu The Gunners, mereka unggul agregat 3-2.
Namun, semangat tim Gudang Senjata seakan meredup kembali saat Robin van Persie harus diusir wasit Massimo Busacca hanya 3 menit usai gol tersebut. Tendangan RVP usai wasit meniup peluit tanda offside berujung kartu kuning kedua baginya. Arsenal harus bermain dengan 10 orang saja sejak saat itu.
Los Blaugranas langsung membombardir Almunia yang harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Seperti tinggal menunggu waktu saja, gol bagi Barca pun akhirnya lahir juga di menit ke-68. Tiki-taka khas tim Catalan itu pun akhirnya berbuah gol. Diawali dari umpan Andres Iniesta, dengan sekali sentuhan David Villa menyodorkan bola kepada Xavi. Sang kapten pun kemudian mampu mengarahkan bola ke gawang melewati tackling Bacary Sagna, bola masuk ke kanan gawang tim tamu tanpa mampu diantisipasi Manuel Almunia. Skor 2-1, dan agregat 3-3 terjadi di menit ini.
Nou Camp kembali bergemuruh dua menit kemudian saat wasit Busacca menunjuk titik putih karena pelanggaran Laurent Koscielny kepada Pedro Rodriguez di kotak terlarang. Lionel Messi yang mengemban tugas sukses mencetak gol penentu Barcelona untuk lolos ke perempat final.
Arsene Wenger sepertinya enggan untuk bertahan dan tetap memburu gol tandang. Ia memasukkan dua penyerangnya di menit ke 74 dan 78. Andrei Arshavin dan Nicklas Bendtner masuk menggantikan Tomas Rosicky dan Cesc Fabregas. Meski sedikit mengubah gaya permainan Arsenal namun skor 3-1 tak berubah dan Barcelona kembali menjadi tim yang menyingkirkan mereka dari Liga Champions. Barca lolos ke perempatfinal dengan keunggulan agregat 4-3. (bola/fjr)
Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
16.54
0
komentar
Nasib malang Roma
AS Roma memulai laga dengan baik, penampilan mereka jauh lebih baik jika dibandingkan di leg pertama. Bak Serigala kelaparan, pemain Gialorossi melakukan serangan bertubi-tubi ke gawang Shaktar.
Sementara serangan Serigala Roma masih belum membuahkan hasil, tim tuan rumah berhasil mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan tumit Tomas Hubschmann memanfaatkan umpan dari Willian dari sektor kiri. Roma tertinggal 1-0.
Masih berusaha tenang, Roma melanjutkan laga dengan berusaha menekan, sekalipun tidak menguasai penuh jalannya pertandingan, tetapi mereka tampil lebih dominan. Terlalu asyik menyerang Mexes yang kehilangan bola terpaksa menjatuhkan pemain Shaktar, kartu kuning bagi Mexes.
Roma memperoleh kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan setelah mereka mendapatkan hadiah penalti kompensasi dari dilanggarnya Boriello di kotak terlarang.
Marco Borriello yang mengambil sendiri tendangan penalti itu gagal mengkonversi menjadi sebuah gol, tendangannya dapat diantisipasi dengan tepat oleh Andriy Pyatov. Kemalangan Roma terus berlanjut ketika mereka kehilangan Mexes karena mendapat kartu kuning kedua. Tak ada senyum di kubu Roma.
Boriello kembali gagal memaksimalkan peluang di penghujung laga, sundulannya masih lemah dan mudah saja bola diamankan. Babak pertama ditutup dengan insiden yang melibatkan kapten kedua tim. Daniele De Rossi terlihat menyikut Darijo Srna di luar kotak penalti. Kapten Shaktar ini kemudian berlari dan menjatuhkan diri di kotak penalti.
Tak ada ofisial pertandingan yang bereaksi, membuat Srna bangkit dan melakukan protes, wasit lantas menghadiahi Srna kartu kuning akibat protes yang berlebihan.
Di babak kedua Roma melakukan pergantian menyesuaikan lubang yang ditinggalkan Mexes. Kalah jumlah pemain setidaknya membuat klub ibu kota Italia ini lebih berhati-hati dalam menyerang.
Namun malang tak dapat ditolak, Roma kembali tertinggal oleh gol yang dicetak Willian melalui tendangan kerasnya di dalam kotak penalti 13 menit setelah babak kedua berjalan. Setelah gol kedua Shaktar, sisa laga ini sepertinya hanyalah sebuah formalitas belaka.
Unggul dalam jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Shaktar, mereka memainkan tempo untuk menjaga keunggulan. Kombinasi umpan pendek mampu mengontrol jalannya pertandingan. Roma sepertinya menghindari kekalahan yang lebih memalukan dengan menarik penyerang mereka, Mirko Vucinic untuk digantikan oleh gelandang bertahan, Matteo Brighi.
Shaktar menutup pertandingan ini melalui gol Eduardo yang membuat skor akhir berubah menjadi 3-0 untuk kemenangan klub asal Ukraina tersebut.
Dengan kemenangan ini, Shaktar terus melaju ke babak perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya, sekaligus menjaga rekor kandang mereka yang sudah bertahan selama 2 tahun. Sedangkan untuk Roma, kekalahan ini menjadi kekalahan pertama bagi pelatih baru mereka, Vincenzo Montella, selain mereka sudah pasti tersingkir dari ajang ini. (bola/mac)
Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
16.48
0
komentar
Minggu, 06 Maret 2011
Hattrick Kuyt Jegal Langkah MU

Dirk Kuyt (c) Getty
Meski sering ditekan, tim tamu lah yang memiliki peluang emas terlebih dahulu melalui Dimitar Berbatov. Sayang tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti saat menerima umpan dari Wayne Rooney masih mengenai tiang gawang sebelah kanan Pepe Reina.
Tak salah Liverpool membeli Luis Suarez di bursa transfer Januari lalu. Berawal dari aksi brilliant Suarez di sisi kiri pertahanan The Red Devils saat laga menguinjak menit ke-34, Liverpool akhirnya mampu membuka keunggulan. Mantan striker Ajax ini mampu melewati 4 pemain belakang tim tamu sekaligus, sebelum akhirnya mengelabui Edwin Van Der Sar dengan mengirimkan umpan kepada Dirk Kuyt yang tak terjaga. Kuyt pun dengan mudah menceploskan bola ke gawang MU dan membawa keunggulan bagi tuan rumah 1-0.
Gelombang serangan Liverpool tak jua terhenti usai gol tersebut. Bahkan lima menit berselang usai gol pertama tadi, Dirk Kuyt mampu menggandakan golnya dan membawa The Reds unggul 2-0. Gol sundulan striker Belanda ini berawal dari blunder yang dilakukan Nani. Maksud Nani ingin meng-clearence bola dengan headingnya, bola malah mengarah ke Kuyt yang tak terjaga. Tanpa kontrol, ia pun langsung membukukan golnya yang kedua dan menutup babak pertama dengan skor 2-0 bagi The Reds.
Di babak kedua, MU yang kali ini diperkuat Javier Chicharito Hernadez, menggantikan Nani yang cedera, mencoba memberikan perlawanan. Mereka sempat memberikan shock therapy tuan rumah melalui tendangan first time Ryan Giggs dari dalam kotak penalti. Sayang tendangannya menerima umpan Wayne Rooney di menit ke-55 itu masih melambung di atas gawang Pepe Reina.
Di menit ke 58, MU bisa saja mencetak skor melalui sundulan Berbatov, jika saja tak ada Meirelles yang berdiri tepat di sudut kanan gawang Liverpool. Peluang emas yang didapat Berba itu masih mengenai dada gelandang plontos itu dan gagal memperkecil ketertinggalan MU.
Dirk Kuyt akhirnya sukses mencetak hattrick pertamanya musim ini pada menit ke-65. Penempatan posisi yang tepat menjadi senjata Kuyt dalam laga ini. Gol ketiganya kali ini ia cetak dengan menyambar bola muntah hasil tendangan bebas Luis Suarez yang tak bisa ditangkap dengan baik oleh Edwin Van Der Sar. The Reds pun unggul kian jauh 3-0.
Yang dinantikan publik Anfield akhirnya datang di menit ke-74. Kenny Dalglish untuk pertama kalinya menurunkan striker baru The Reds lainnya, Andy Carroll menggantikan Meirelles. Masuknya pemain Inggris termahal itu kian menambah gencar serangan Liverpool. Bahkan mereka hampir saja menutup laga dengan skor 4-0 jika saja tendangan khas Steven Gerrad tidak melebar di menit ke-89.
Bukan menambah gol, Liverpool akhirnya harus kebobolan di injury time babak kedua ini. Sebuah gol hiburan mampu diciptakan Javier Hernandez melalui heading yang mengagumkan. Meski golnya telat, setidaknya gol sundulan Chicharito memanfaatkan crossing Ryan Giggs itu memiliki kredit tersendiri. Tubuhnya yang mungil mampu melakukan jump yang baik dan mengarahkan bola ke sudut kanan gawang Pepe Reina. Skor 4-1 bagi Liverpool ini bertahan hingga laga usai.
Kemenangan ini membawa Liverpool naik satu peringkat ke peringkat 6 klasemen sementara dengan 42 poin. Mereka masih terpaut 6 angka dari Chelsea dan Tottenham yang menghuni peringkat 4 dan 5. Sementara MU, perolehan poin mereka untuk sementara tertahan di angka 60, hanya unggul 3 angka dari Arsenal yang sebelumnya ditahan Sunderland. (bola/fjr)
Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
22.22
0
komentar
Selasa, 01 Februari 2011
Messi, Xavi, Iniesta, Siapakah Yang Terbaik?
Bola.net - Senin (10/1) depan akan menjadi hari bersejarah dalam sepakbola. Sebab saat itulah FIFA Ballon d'Or World Player of the Year pertama kali akan diberikan. Sebelumnya terdapat dua penghargaan untuk pemain terbaik, yaitu FIFA World Player of the Year yang pemilihannya berdasarkan suara pelatih dan kapten timnas dan Ballon d'Or Eropa Player of the Year yang berdasarkan suara wartawan. Tetapi kini dua penghargaan tersebut telah menjadi satu pada bulan Juli kemarin dengan tujuan yang sama yaitu memahkotai seorang raja lapangan hijau yang tak terbantahkan lagi kemampuannya.

Namun keputusan telah diambil, dan hari pemilihan telah dekat, kini saatnya untuk menguji kekuatan masing-masing kandidat, dengan mengingat bahwa tidak ada kriteria konkret untuk penghargaan ini, yang memang hanya akan ditentukan oleh voting dari pelatih dan kapten tim nasional, serta wartawan.
Andres Iniesta (Barcelona/Spanyol)
Iniesta adalah salah satu pemain terbaik untuk musim panas Spanyol tahun lalu. Ia berhasil membantu memimpin negaranya untuk pertama kalinya meraih Piala Dunia 2010 bahkan dialah aktor tunggal keberhasilan Spanyol lewat gol kemenangan yang dicetaknya empat menit sebelum final memasuki adu pinalti. Iniesta membuat Spanyol menjadi pemenang dari permainan yang indah dan penuh bakat selama turnamen berlangsung di mana ia juga berhasil masuk ke dalam tim all-star dan memborong tiga penghargaan man of the match, termasuk di pertandingan final. Rapor cemerlang Iniesta bertambah panjang menyusul keberhasilannya bersama Barcelona yang memenangkan Divisi Primera dan Piala Super Spanyol.
Pada tahun 2009, Iniesta berada di urutan ke lima FIFA World Player of the Year dan juga masuk dalam nominasi untuk Ballon d'Or.
Nilai Minus Iniesta
Meskipun beberapa pihak menganggap dirinya sebagai favorit, namun tantangan terbesar justru datang dari kedua rekannya di Barcelona yaitu Messi dan Xavi. Pemain berjuluk The Illusionist's 2010 ini sebagian besar bermain di bawah bayangan rekan-rekannya. Tantangan lainnya adalah absennya Iniesta di musim 2009-10 yang berlangsung agak lama. Ia harus berada di luar lapangan dari pertengahan April sampai pada awal Piala Dunia dikarenakan cedera otot pada betisnya. Selain itu Iniesta juga sering absen sebelumnya karena beberapa cedera ringan lainnya.
Xavi Hernandez (Barcelona/Spanyol)
Di bawah bimbingan sang orkestra Barcelona, Pep Guardiola, Xavi telah mengangkat permainannya dari kelas dunia ke dalam kelompok permainan terbaik sepanjang masa. Dia adalah gelandang tengah terbesar dan pengatur serangan terhebat pada masanya.
Di Afrika Selatan 2010, ia menyelesaikan tidak kurang dari 599 dari 669 umpannya, keakuratannya mencapai 89 persen. Dia adalah otak di balik segala keberhasilan yang dicapai Spanyol dan Barcelona dalam beberapa tahun terakhir.
Kerjasamanya bersama Iniesta sangat padu, hal inilah yang kemudian menjadi masalah dalam memilih siapakah pemain terbaik di antara keduanya. Xavi, juga merupakan bintang di Piala Dunia bersama Spanyol, ia memperoleh dua man of the match.
Pada tahun 2009, ia berada di posisi ketiga untuk Ballon d'Or dan juga World Player of the Year. Kemampuan dan prestasinya mengalami peningkatan pesat di tahun 2010.
Nilai Minus Xavi
Xavi mungkin sangat Efisien pada penyerangan, namun posisinya di lapangan kadang-kadang juga membutuhkan tenaganya untuk bertahan. Meskipun Guardiola telah mengantisipasinya dengan memasang gelandang bertahan di belakang Xavi dan Iniesta, biasanya Sergio Busquets, kadang-kadang Javier Mascherano, tetapi lawan yang pintar akan tahu untuk memanfaatkan celah pada Xavi. Mereka akan berusaha menempatkan beberapa gelandang untuk mengepung dan merebut bola dari penguasaanya dan kemudian melancarkan serangan balik yang cepat. Begitulah cara Inter Milan menendang Barcelona dari semifinal Liga Champions 2009-10. Dan Xavi menjadi bagian penyebab kegagalan klubnya untuk mempertahankan gelar Eropa tersebut.
Lionel Messi (Barcelona/Argentina)
Messi telah menjadi favorit untuk penghargaan ini. Tanpa ragu, ia adalah pemain dunia yang paling terampil dan spektakuler saat ini. Kecemerlangannya bersama Barcelona selalu dibanding-bandingkan dengan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, sebagai yang terhebat saat ini. Dengan bentuk permaianannya akhir-akhir ini, Messi mungkin memiliki momentum tambahan untuk menang di pemungutan suara.
Sebelumnya ia telah memenangkan dua penghargaan Ballon d'Or (yang dipilih oleh wartawan) dan juga FIFA World Player of the Year 2009 (yang dipilih oleh pelatih dan kapten). Pada tahun 2007 dan 2008, dia menjadi runner-up untuk FIFA Player of the Year dan berada di posisi ketiga dan kedua untuk Ballon d'Or. Ia kemudian berhasil menyelesaikan musim 2009-10 dengan 47 gol dan 13 assist di semua kompetisi (di satu waktu ia mencetak 11 gol dalam lima pertandingan). Kini Messi sudah mengoleksi 27 gol dan 14 assist di semua kompetisi di musim 2010-11. Messi juga menetapkan rekor Divisi Primera dengan mencetak 42 gol dalam 36 pertandingan di tahun kalender 2010, memecahkan rekor Mariano Martin dari 38 gol di tahun 1943
Nilai Minus Messi
Ini adalah hal yang sulit. Tapi kemungkinan halangan terbesar di resume Messi untuk merebut penghargaan ini adalah dirinya tidak seperti Xavi dan Iniesta, Messi bukanlah juara dunia. Perjalanannya bersama Argentina di Piala Dunia 2010 hanya berakhir di perempat final. Kinerja Messi di Timnas tidak mendekati bentuk terbaiknya di Barcelona. Hal ini semakin memperkuat anggapan yang menyebutkan Messi tidak mampu bermain maksimal untuk Argentina karena tidak ada Xavi dan Iniesta yang mendukungnya seperti di Barcelona. Messi bahkan tidak termasuk dalam tim all-star di Piala Dunia.
Jadi siapakah yang akan keluar sebagai yang terbaik? Persaingan para finalis ini pada akhirnya akan berakhir pada sebuah pertanyaan filosofis: Tanpa otak, apakah kaki akan mencetak gol? Yang artinya mampukah Messi mencetak banyak gol tanpa layanan eksklusif Xavi dan Iniesta?
Tanpa Xavi dan Iniesta, yang dibuktikan di Piala Dunia, sihir Messi menghilang. Sebaliknya, siapa yang akan menjadi pembunuh di depan dari umpan-umpan Xavi jika Messi tidak ada di sana untuk memanfaatkan mereka?
Hmm.. pilihan yang sangat sulit, jadi siapakah pilihan Anda?
Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
17.42
0
komentar
"Lionel Messi is an exceptional player"
"No-one can deny that Lionel Messi is an exceptional player" ucap Presiden FIFA Sepp Blatter orang nomor satu di badan tertinggi sepak bola dunia tersebut terkait pria yang baru saja memenangkan lagi Ballon d'Or.
Apakah kata-kata seperti itu berlebihan? Saya kira tidak, memang akan sulit bagi setiap orang untuk menyanggah bahwa Messi memang pesepakbola yang luar biasa, rasanya pantas jika ia disebut sebagai pemain yang harus mendapatkan pengecualian.
Pada akhirnya memang Messi lah yang menang lagi. Setelah memenangkannya pada tahun 2009, Lionel Messi sekali lagi dianggap sebagai pemain terbaik di dunia di tahun 2010. Tidak ada keraguan bahwa, sekarang, Lionel Messi adalah raja dari dunia sepakbola.
Sepanjang sejarahnya, penghargaan FIFA selalu diberikan kepada pemenang Piala Dunia, tetapi kali ini rupanya hasilnya berbeda dari kebiasaan, salah satu pemain paling berbakat dunia saat ini mengakhiri tradisi tersebut.
Mungkin sedikit tidak adil untuk Xavi dan Iniesta, yang keduanya bias dikatakan "absolutely" adalah pemain yang brilian yang berhasil memimpin Spanyol merebut Piala Dunia setelah puluhan tahun menemui kegagalan. Akan tetapi mereka dapat dikatakan "tidak beruntung" karena bermain di era yang sama dan juga di tim yang sama dengan Lionel Messi.
Bahkan mereka mengakui, selama bermain bersama, bahwa bakat luar biasa Messi telah menempatkan dirinya ke tingkat level yang berbeda. Menjadi nomor 2 dan nomor 3 bukanlah hal yang buruk, terutama jika kita menganggap bahwa angka 1 memang pantas untuk Lionel Messi.
Pemain asal Argentina tersebut telah memiliki tahun-tahun yang benar-benar luar biasa di Barcelona. Dalam 52 pertandingan terakhir, ia telah mencetak 61 gol, sambil juga membantu dengan lebih dari 25 assist. Ketika tampaknya tidak mungkin, ia telah meningkatkan permainannya ke tingkat yang lebih tinggi. Apa yang dilakukannya kepada Arsenal di Liga Champions tahun lalu tidak akan pernah terlupakan.
Pada usia 23 tahun, Messi telah memenangkan dua Ballon d'Or, bahkan ia belum mencapai puncaknya. Dalam beberapa dekade di depannya didukung tim yang hebat di sekelilingnya, kemungkinan besar Messi akan mengalahkan mengalahkan rekor Platini, Zidane, Ronaldo dan Van Basten dengan tiga Ballon d'Or.
Tanda-tandanya sudah bisa kita lihat sambil berjalannya musim ini, hanya peristiwa-peristiwa yang sangat tak terdugalah yang bisa mengambil Ballon d'Or 2011 dari Lionel Messi. Mampukah Messi?

Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
17.38
0
komentar
Data Statistik Ballon d'Or
Pekan ini, Lionel Messi resmi ditahbiskan menjadi Pemain Terbaik Dunia kedua untuk kali kedua berturut-turut dan padanya pun dianugerahkan trofi bergengsi Ballon d'Or - yang dulu diberikan untuk Pemain Terbaik Eropa.
Seperti sudah diketahui, mulai tahun ini penyelenggara award sebelumnya yakni majalah France Football berasimilasi dengan FIFA demi menyatukan dua gelar bergengsi - Pemain Terbaik FIFA dan Ballon d'Or, melebur menjadi FIFA Ballon d'Or.
Dan La Pulga pun menjadi pemain pertama yang mencicipi penghargaan baru ini.
Namun dari penyelenggaraan sebelumnya, ada sejumlah data dan angka yang menjadikan trofi ini menjadi begitu melegenda. Berikut ini BOLA.NET menyusunnya untuk Anda:
1
Adalah jumlah kiper yang mendapatkan trofi prestisius ini, yakni kiper legendaris Rusia, Lev Yashin di tahun 1963. Prestasi pemain berjuluk Black Spider ini nyaris disamai oleh Oliver Kahn dan Gianluigi Buffon, namun keduanya gagal. Kahn hanya bisa menduduki tempat ketiga di tahun 2001 dan 2002, sementara Buffon menempati ranking kedua di tahun 2006.

LEGENDARIS: Michel Platini, satu di antara peraih Ballon d'Or paling sukses (C)Sport24
3
Jumlah rekor untuk raihan terbanyak dan hanya tiga pemain sanggup melakukannya: Michel Platini (1983, 1984, 1985), Johan Cruijff (1971, 1973, 1974) dan Marco Van Basten (1988, 1989, 1992). Di antara ketiganya, Platini adalah yang paling istimewa karena meraihnya dalam tiga tahun beruntun.
4
Jumlah pemain Prancis yang memenangkan penghargaan individual ini. Di samping Platini, masih ada Raymond Kopa (1958), Jean-Pierre Papin (1991) dan juga Zinedine Zidane (1998).
5
Jumlah pencalonan yang dicatat oleh Franz Beckenbauer dan Michel Platini. Menjadi pemenang di tahun 1972 dan 1976, Der Kaizer hanya mampu finis ketiga di tahun 1966 dan menjadi runner up di tahun 1974 serta 1975. Sementara Platini, di luar tiga gelar yang dimenangkannya, juga finis ketiga di tahun 1977 serta 1980.
7
Jumlah terbanyak pemenang Ballon d'Or dari satu negara, dicatat oleh Jerman dan Belanda. Prancis menguntit di belakang mereka dengan 6 kali mengirimkan pemainnya sebagai pemenang, sementara pemain asal Inggris, Italia dan Brasil telah 5 kali menjadi pemenang.
8
Jumlah terbanyak pemenang Ballon d'Or dari satu klub, dibagi oleh tiga tim yakni FC Barcelona, Juventus dan AC Milan. Ketiganya memiliki masing-masing delapan pemain yang menerima penghargaan tersebut setelah bermain setidaknya selama separuh musim dengan kostum klub. Di bawahnya ada Real Madrid (6 pemain) dan Bayern Munich (4 pemain).
20
Jumlah pemenang Ballon d'Or yang bermain di Serie A Italia - terbanyak mengalahkan La Liga (14 pemenang), Bundesliga Jerman (9 pemenang) dan Liga Inggris (6 pemenang).

TERMUDA: Ronaldo saat meraih Bllon d'Or di usia 21 tahun (c)Sport24
21
Usia termuda pemenang Ballon d'Or yang dicatat oleh Ronaldo di tahun 1997.41
Usia paling tua yang menjadi pemenang Ballon d'Or. Dibukukan oleh Stanley Matthews yang meraihnya pada edisi pertama penyelenggaraan di tahun 1956.
1613
Tahun dibentuknya pengrajin batu permata yang membuat trofi Ballon d'Or, Mellerio dits Meller. Trofi itu sendiri terbentuk dari dua lingkaran bola kuningan dan dicelup ke dalam emas cair, dengan ukuran tinggi 31 cm dan diameter 23 cm.
1995
Tahun di mana trofi Ballon d'Or untuk kali pertama diberikan pada pemain dari luar benua Eropa. Sebelumnya, pemain macam Pele, Garrincha, Maradona atau Romario tak bisa memenangkan trofi ini. Namun sejak 1995, dari 15 penghargaan yang telah diberikan, tujuh di antaranya digondol oleh pemain non-Eropa termasuk lima trofi yang direbut para pemain Brasil. (bola/row)
Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
17.36
0
komentar
Kekalahan-Kekalahan Besar Dalam Sepak Bola
Banyak sekali pertandingan sepak bola yang hanya menghasilkan sedikit gol, bahkan ada juga laga di mana tak satu kali pun bola bersarang di gawang. Namun tak jarang juga terjadi pesta gol dalam satu pertandingan.
Bulan Oktober lalu, hadir satu momen memalukan untuk klub papan atas Belanda, Feyenoord. Tanpa ampun mereka dilibas rivalnya di Eredivisie, PSV Eindhoven sepuluh gol tanpa balas!
Kekalahan tersebut merupakan yang terburuk dalam 102 tahun sejarah klub yang bermarkas di kota Rotterdam itu. Jawara 14 kali Liga Belanda itu pun kini terseok-seok di papan tengah klasemen.
Selain nasib buruk yang dialami Feyenoord, berikut ini adalah beberapa kekalahan-kekalahan besar yang pernah terjadi di lapangan hijau:
Arbroath 36-0 Bon Accord (1885)
Kesalahan administratif membuat klub kriket Aberdeen Orion diundang untuk bermain di Piala Skotlandia sebagai pengganti Aberdeen Orion FC, membuat Arbroath FC mampu mencatat rekor kemenangan terbesar di dunia sepak bola Inggris Raya.
Situasi tersebut terjadi karena memang banyak klub yang memainkan banyak cabang olahraga lain, tetapi gabungan para pemain kriket dari klub Orion menerima undangan tersebut dan mengadopsi nama Bon Accord untuk menandai debut sepak bola mereka.
Pemain Arbroath, John Petrie yang masih berumur 18 tahun kala itu, menghasilkan rekor 13 gol sementara laporan yang ada menunjukkan jika Bon Accord tidak satu kali pun melakukan tembakan ke arah gawang. Kiper Arboath, Jim Milne Snr bahkan sampai harus meminjam sebuah payung dari temannya di tribun penonton, sementara wasit Dave Stormont mengakui bahwa skor yang tercipta sudah cukup bagus untuk Bon Accord karena dia sudah "menghapus tujuh gol" atas dasar keputusan offside yang "sangat meragukan".
Bulan September 1987, Orion FC mampu memenuhi undangan yang sebenarnya ketika mereka lagi-lagi bersua Arbroath di putaran pertama Piala Skotlandia. Dan Arbroath masih menang dengan skor 18-0 kala itu.
Dundee Harp 35-0 Aberdeen Rovers (1885)
Ketika Arbroath mencatat kemenangan mereka atas Bon Accord dengan skor 36-0 pada 12 September 1885, Dundee Harp hampir saja menyamai rekor mereka melawan tim lain dari kota Aberdeen, di tempat lain yang berjarak kurang lebih 20 mil.
Wasit sebenarnya mencatat 37 gol ketika Harp menghancurkan Aberdeen Rovers, tetapi mantan sekretaris klub hanya mencatat 35, dan wasit - yang mengaku sudah berusaha keras untuk memantau catatan gol tersebut - akhirnya menulis 35-0 sebagai hasil resmi.
Preston 26-0 Hyde (1887)
Masih menjadi rekort dari pertandingan kompetitif di Inggris, adalah saat Preston mengalahkan Hyde - yang didirikan 2 tahun sebelumnya, 26-0 di putaran pertama Piala FA.
Kehebatan skuad Preston tidak terlepas dari peran Major William Sudell, seorang manajer pabrik kapas yang datang di klub tersebut ketika masih remaja tahun 1867 sebelum menjadi ketua klub. Dia melakukan revolusi di klub dengan memasukkan beberapa pemain dari Skotlandia.
Sudell, menjanjikan para pemain Skotlandia itu pekerjaan di pabrik miliknya disertai gaji untuk penampilan mereka. FA dengan tegas melarang hal tersebut dengan dalih profesionalisme. Tim Sudell pun didepak dari Piala FA tahun 1884 setelah menang atas Upton Park setelah klub asal kota London itu mengajukan protes bahwa Preston telah membayar para pemainnya secara legal.
Tahun 1885, kebijakan FA mengenai gaji pemain melunak, dan Sudell pun bersinar. Dengan skuad superior yang dimilikinya, Sudell mengadopsi formasi 2-3-5 dan menggunakan papan tulis untuk menjelaskan taktiknya, dan kemenangan atas Hyde tahun 1887 menggambarkan mereka sudah jauh lebih maju dibandingkan tim lain yang seangkatan.
Mereka memang kalah dari West Brom di final Piala FA Tahun itu dengan skor 3-1, tetapi mereka mengunci posisi mereka dalam sejarah di musim perdana Football League tahun 1988-1989, memenangkan liga dan piala domestik tanpa pernah kalah di mana mereka akhirnya dikenal dengan sebutan Invincibles.
Hungaria 7-1 Inggris (1954)
Melihat penampilan Ferenc Puskas yang gemuk ketika Hungaria tiba di Wembley tahun 1953, seorang pemain dari Inggris yang tidak diketahui identitasnya mengatakan sesuatu yang kemudian menjadi terkenal: "Lihat laki-laki gemuk yang mungil itu. Kita akan membantai tim ini."
Memang naif untuk mengatakan hal tersebut karena pada akhirnya, dengan reputasi Hungaria yang semakin berkembang di Eropa, mereka justru membantai Inggris dengan kemenangan 6-3 sekaligus mengakhiri reputasi tuan rumah yang tak terkalahkan selama 90 tahun ketika bermain di kandang melawan tim dari luar kepulauan Inggris.
Bulan Mei tahun berikutnya, Inggris pergi ke Budapest untuk mengembalikan martabat mereka. Di sana, mereka menderita kekalahan 7-1 , melampaui kekalahan 7-2 dari Skotlandia tahun 1878 dan masih menjadi kekalahan terburuk dalam sejarah mereka.
Manchester United 10-0 Anderlecht (1956)
Chelsea, menjuarai Liga Inggris tahun 1954-55, namun mengundurkan diri dari pertandingan Liga Champion Eropa periode pertama atas saran Alan Hardaker, sekretaris Football League. Sikapnya yang menentang kompetisi ini timbul karena sikap rasis terhadap Eropa dan juga keinginan untuk memastikan bahwa Liga Inggris masih menjadi trofi yang paling diinginkan para klub.
Ketika United memenangkan liga di tahun 1955-56, Matt Busby berniat ikut bagian pada kompetisi baru Eropa tersebut, dan menentang upaya Hardaker untuk mencegah mereka melakukannya. Skuad yang dikenal dengan nama Busby's Babes pun segera memberi kesan.
Pada 12 September 1956, United mengalahkan Anderlecht, juara Belgia, pada putaran pertama. Mereka menang 2-0 di Brussels lewat pertandingan ketat di mana kiper Ray Wood melakukan serangkaian aksi penyelamatan gemilang.
Pertandingan leg kedua diadakan di stadion Maine Road karena Old Trafford kekurangan lampu sorot. Pertandingan tersebut pun menjadi arena pembantaian dengan Dennis Viollet mencetak empat gol diikuti Tommy Taylor dengan tiga gol. Busby berencana membuat United menjadi tim terbaik dunia, tetapi mereka kalah 5-3 di laga semifinal tahun itu oleh sang juara, Real Madrid, yang kemudian mendominasi di periode awal kompetisi.
Hungaria 10-1 El Salvador (1982)
Hungaria merupakan tim pertama dan satu-satunya yang meraih kemenangan dengan dua digit di Piala Dunia ketika mereka mengalahkan El Salvador pada laga pembuka edisi 1982 di Spanyol.
El Salvador mengalami debut yang cukup sulit di tahun 1970, ketika mereka gagal mencetak gol di tiga kekalahan beruntun mereka. Pelatih Mauricio 'Pipo' Rodriguez masih memberi kesan yang positif atas kekalahan 10-1 mereka: "Saya senang sekaligus sedih. Saya senang karena kami berhasil mencetak gol pertama kami di Piala Dunia, tetapi jumlah gol dalam kekalahan kamilah yang membuat saya sedih ."
Spanyol 12-1 Malta (1983)
Kalah 2-1 dari Belanda dan menempati posisi kedua dari belakang pada kualifikasi Eropa tahun 1984 membuat Spanyol memiliki peluang kecil menuju putaran final di Prancis. Kedua tim berhadapan dengan Malta di partai terakhir, dan setelah Belanda menang 5-0 tanggal 17 Desember, Spanyol membutuhkan sebelas gol empat hari berikutnya jika ingin sampai ke final.
Tampak secercah harapan untuk Spanyol ketika mereka mencetak skor 3-1 pada paruh permainan pertama, dan secara luar biasa mereka mencetak sembilan gol lagi di sisa pertandingan.
Kiper Malta John Bonello menjadi figur yang terkenal di Spanyol dan di tahun 2006, dia menjadi bagian dari iklan bir Amstel di negara tersebut, dengan label el amigo perfecto, dan meski banyak dicerca di Malta, Bonello justru merasa 'tersanjung' karenanya.
"Bagaimanapun juga kekalahan 12-1 adalah fakta, tapi itu hanya pembuka menuju iklan tersebut," ucapnya kepada jurnalis Malta Today. "Kalian menilainya salah. Mereka memilih saya karena saya adalah atlet, bukan karena hasil dari pertandingan tersebut. Saya terpilih dari ribuan kandidat. Siapapun yang menganggap iklan itu sebagai penghinaan, justru berpikiran bodoh."
Manchester United 9-0 Ipswich (1995)
Meski tanpa pemain kunci Eric Cantona yang absen karena skors untuk waktu yang lama, United membukukan kemenangan terbesar mereka di Liga Premier ketika mereka membantai Tractor Boys di Old Trafford dengan lima gol dicetak Andy Cole dan dua lagi oleh Mark Hughes. Walau demikian Blackburn masih memimpin klasemen sementara, dan striker Alan Shearer tak peduli dengan performa United. "Tidak ada laga yang mudah di Liga Premier," terangnya, "kecuali jika Anda melawan Ipswich di kandang."
United menyelesaikan musim itu dengan terpaut satu poin di belakang Blackburn sedangkan Ipswich menempati posisi bawah dengan kebobolan 93 gol.
Australia 31-0 American Samoa (2001)
Kemenangan tunggal American Samoa hingga saat ini terjadi ketika melawan Wallis and Futuna tahun 1983, dan mereka kalah 13-0 serta 9-0 masing-masing melawan Fiji dan Samoa di kualifikasi Piala Dunia 2002 sebelum melawat ke kandang Australia.
"Takut bukan kata-kata yang tepat," terang pelatih American Samoa, Tunoa Lui sebelum perjalanan. "Kami akan meminta pertolongan dari atas. Kami meminta Tuhan untuk memperkecil skor."
The Socceroos, yang baru saja menang 22-0 atas Tonga, membutuhkan waktu sepuluh menit untuk membuka pundi gol mereka kala itu, namun mereka sudah menyarangkan empat gol di menit 14. Archie Thompson menyelesaikan pertandingan tersebut dengan melesakkan 13 gol, dan kebingungan pun mencuat akan jumlah gol yang tercipta dan FIFA pun sampai harus menunggu laporan wasit sebelum membenarkan hasil pertandingan.
Membukukan 53 gol tanpa kebobolan di dua pertandingan pembuka kualifikasi grup Oceania, boss Australia Frank Farina tidak terkesan dengan standar lawan mereka dan Australia pun memilih untuk hijrah ke Federasi Sepak Bola Asia di awal tahun 2006.
AS Adema 149-0 Stade Olympique de L'Emyrne (2002)
Asosiasi sepak bola Madagaskar memutuskan untuk melarang beberapa pemain SO l'Emyrne dan pelatihnya, setelah mereka memutuskan untuk memprotes keputusan wasit yang membuat mereka kehilangan gelar juara dengan cara menembakkan bola ke gawang mereka sendiri.
Juara bertahan SO l'Emyrne ditahan imbang 2-2 oleh Domoina Soavina Atsimondrano oleh keputusan penalti yang kontroversial di menit akhir dalam turnamen bersistem round-robin untuk menentukan gelar juara liga.
Hasilnya, mereka memilih untuk menggunakan pertandingan terakhir mereka melawan sang juara yang baru, Adema, untuk menjelaskan posisi mereka. Para pemain Adema tidak mencetak gol-gol tersebut. Mereka hanya berdiri terpana, melihat sang lawan mencetak sejarah kekalahan kompetitif terbesar sepanjang sejarah dunia sepak bola. (bola/row)
Diposting oleh
kendy_mbedrex
di
17.30
0
komentar






